Minggu, 04 April 2010

MANUSIA dan CINTA KASIH

Cinta adalah rasa sangat suka atau sangat tertarik. Sedangkan pengertian kasih itu sendiri adalah perasaan cinta kepada atau menaruh belas kasihan. Maka jika kita lihat dari pengertiannya cinta dan kasih memiliki arti serupa tapi tak sama Penderitaan merupank suatu hal yang nyata yang dialami oleh setipa manusia. Penderitaan juga memiliki suatu tingkatan-tingkatan ada yang ringan sampaiyang berat. Setiap kesenangan pasti juga ad kebahagiaan.

Setiap manusia pasti memiliki rasa cinta, karena manusia diciptakan sempurna bisa berfikir, memiliki akal budi, dan saling membutuhkan. Manusia yang lahir dilengkapi dengan rasa cinta. Entah itu cinta pada diri sendiri, benda atau pun orang lain.

Cinta yang terbesar didunia ini adalah cinta Tuhan pada kita dan semua mahluk didunia. Tuhan memberi kita hidup untuk mati. Tuhan memberi kita kesengsaraan untuk kebahagiaan. Tuhan memberi kita tugas yang harus kita pelajari. Sangat Sayang Tuhan pada kita.

CintaNya membuat kita bisa bernafas, CintaNya menbuat kita dapat bahagia, CintaNya membuat kita damai.

Cinta Tuhan tak terhingga

Cinta Manusia hanya sebatas rasa kagum,rasa suka,rasa hormat,rasa cinta pada orang lain(teman ataupun pasangan). Cinta manusia tidak dapat mengalahkan cinta Tuhan.

Tuhan menunjukan cintaNya pada kita dengan bayak cara, termasuk bencana-bencana. Bukan Tuhan kejam, bukan Tuhan tega, tapi Tuhan ingin kita belajar dan mengerti. Bencana memang sangat merugikan tapi Tuhan mau kita bisa tabah dan belajar menerima dan bersyukur. Belajar menolong orang lain, mengasah kepekaan hati kita, menguji kita dengan cobaan orang lain. Bukan hanya menguji mereka yang terken bencana tetapi juga menguji kita sebagai manusia yang diberi cinta. Apakah cinta kita terpakai dengan baik untuk sesama?Cinta manusia yang membuat kita mau menolong orang lain.

Cinta bukan hanya membicarakan dua insan yanng saling terikat perasaan sayang yang mendalam.Tapi Cinta juga bersifat universal. Kita harus mengasah rasa cinta kita pada sesama agar cinta kita menjadi cinta yang besar.

Pemikiran ini muncul setelah melihat kekacauan dalam masyarakat, dimana terdapat banyak peperangan, yang berakibat muncul masalah anarki sosial.


I. HUBUNGAN MANUSIA dan MASYARAKAT dengan CINTA KASIH

Ada satu titik terang dalam mengatasi masalah yang dihadapi oleh masyarakatnya pada saat itu, yaitu menemukan kembali “lem perekat” yang selama ini telah hilang. Perekat yang dapat menyatukan kembali setiap elemen yang ada dalam masyarakatnya agar kembali berfungsi sebagaimana layaknya sebuah masyarakat.

“lem perekat” tersebut adalah Adat Istiadat. Ada dua fungsi penting adat istiadat, pertama adalah kemampuan adat istiadat yang luar biasa untuk mengendalikan perbuatan-perbuatan yang bersifat asosial. Kedua, tahap sosialisasi dari adat istiadat ini berjalan dengan spontan tanpa pemikiran khusus. Anggota masyarakat menerima adat istiadat itu tanpa bertanya dan tanpa sadar. (Smith,1999,197)

Seperti telah diceritakan pada bab ini, terjadi banyak peperangan dan penurunan moral. Kejadian ini disebabkan karena telah menurunnya rasa kebersamaan yang diwujudkan dalam bentuk adat istiadat atau tradisi. Walter Lippmann mengatakan bahwa ketika tradisi mulai ditinggalkan dalam masyarakat maka masyarakat tersebut dalam keadaan terancam. Dan jika terputusnya kesinambungan tradisi itu tidak diperbaiki maka masyarakat tersebut akan terjerumus kedalam peperangan antar golongan.

Manusia dan masyarakat merupakan suatu elemen yang tidak dapat dipisahkan. Masyarakat harus menyesuaikan diri pada individu untuk menghindari stagnasi, dan individu pun harus menyesuaikan diri pada masyarakat untuk menjadi manusia, dan individu tidak bisa hidup atau berkembang tanpa bantuan masyarakat. (Jingpan, 1994, 175).

Adat istiadat atau tradisi merupakan sumber perekat dalam masyarakat.Tidak semua tradisi lama itu bisa diterapkan terus untuk masa sekarang. Tradisi harus mengalami penyesuaian sedangkan yang harus dijaga adalah kesinambungan tradisi itu agar terus hidup dalam masyarakat.

Tradisi ini akan berjalan baik dalam masyarakat apabila ada kesadaran dalam diri manusia yang ada dalam masyarakat. Dengan kata lain tradisi akan berjalan jika manusia yang ada dalam masyarakat mau menjalankannya secara sukarela tanpa paksaan dan sadar bahwa tradisi itu penting bagi kehidupannya dalam masyarakat.

Penjelasan diatas menunjukkan bahwa dibutuhkan orang-orang yang cinta akan kebenaran, patuh terhadap adat istiadat, dan selalu melakukan kebajikan. Maka untuk mewujudkan suatu bentuk masyarakat yang ideal dibutuhkan suatu wujud manusia yang ideal pula. Manusia ideal disini adalah manusia yang sangat sadar akan keberadaannya didalam masyarakat. Mereka adalah manusia yang telah mengerti akan jalan hati, rahasia transformasi benda-benda, sebab dari yang misterius dan kudus, lalu menyesuaikannya dengan sumber dan prinsip peredaran (prinsip yang mengatur hidup dan mati ). Hanya oleh ini manusia direalisasikan. Jadi seorang mengetahui “jalan langit” dan dalam hidupnya melaksanakan kebijakan kemanusiaan yang sempurna (jen) dan keadilan dalam hubungan antarpribadi (yi); ia menghiasi dirinya dengan ritus dan musik. Kemanusiaan, keadilan, ritus dan musik: inilah kebajikan dari orang yang telah mewujudkan dirinya; pengetahuan akan prinsip spiritual tentang transformasi: inilah yang menunjukkan keberhasilan kuasanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar